Scroll to top

Polda Riau Bangun 26 Jembatan di Desa-Desa Terpencil

Author
By administrator
28 Jan 2026, 13:24:15 WIB Riau
Polda Riau Bangun 26 Jembatan di Desa-Desa Terpencil

GEGAS || PEKANBARU - Komitmen nyata Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional ditunjukkan dengan pengerahan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan. Bertindak langsung menjalankan instruksi Presiden Republik Indonesia, satgas ini akan membangun dan memperbaiki 26 jembatan di wilayah pedesaan dan terpencil di seluruh provinsi.


Program bertajuk “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi” ini secara resmi dimulai dengan apel pelepasan di Mapolda Riau, Rabu pagi. Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, memimpin langsung acara yang juga dihadiri Wakapolda serta pejabat utama lainnya.


“Kekuatan Polri hari ini bukan pada senjata, tetapi pada kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu dibangun melalui kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Kapolda Riau dalam amanatnya.


Sebanyak 250 personel yang terdiri dari 170 anggota Polda Riau dan 80 personel dari Polres jajaran diberangkatkan menggunakan empat unit bus dan tujuh truk. Mereka akan menuju sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Dumai, Kuantan Singingi, Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.




Berdasarkan asesmen mendalam, dari 26 jembatan yang menjadi sasaran, sebanyak 17 jembatan akan dibangun baru dengan total panjang sekitar 463 meter. Sementara itu, sembilan jembatan lainnya akan direnovasi dengan total panjang 263 meter. Jembatan-jembatan ini merupakan akses vital bagi mobilitas sehari-hari warga.


“Anak-anak menuju sekolah, petani ke kebun, dan masyarakat mengakses layanan kesehatan harus merasakan keadilan yang sama. Jembatan ini bukan simbol, tetapi solusi,” kata Irjen Pol. Herry Heryawan menekankan makna program.


Pembentukan Satgas Darurat Jembatan ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dan Polri di tengah masyarakat, sekaligus implementasi langsung arahan Presiden dan Kapolri. Program ini juga menegaskan sinergi kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat konektivitas, ketahanan nasional, serta kesejahteraan warga di wilayah paling pelosok.


Ditargetkan, seluruh pembangunan dan renovasi Jembatan Merah Putih Presisi ini dapat diselesaikan tepat waktu dan akan diresmikan langsung oleh Wakapolri. Langkah ini diharapkan mampu memutus isolasi, menggerakkan ekonomi desa, dan benar-benar menjadi jembatan penghubung menuju pemerataan pembangunan di Provinsi Riau. * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar