Scroll to top

ABK KM Makmur Jaya 89 Ditemukan Meninggal di Perairan Bengkalis

Author
By administrator
08 Jan 2026, 13:41:28 WIB Riau
ABK KM Makmur Jaya 89 Ditemukan Meninggal di Perairan Bengkalis

GEGAS || PEKANBARU  β€” Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban kecelakaan laut yang diduga terjatuh dari kapal KM Makmur Jaya 89 di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Korban  yang merupakan anak buah kapal (ABK) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (7/1/2026) sekira pukul 15.00 WIB, atau hari ketiga operasi pencarian.


Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban ditemukan sekitar Β±3 mil laut dari lokasi kejadian perkara (LKP) pada titik koordinat 01Β°28’42”N 102Β°39’34”E. Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi ke pulau terdekat, yakni Desa Teluk Lancar.


β€œKorban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Desa Teluk Lancar untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Budi Cahyadi dalam keterangan tertulisnya.


Korban diketahui bernama Rapat (38), seorang laki-laki yang beralamat di Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal KM Makmur Jaya 89 pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.


Peristiwa bermula ketika korban dan saksi, Muslim, terbangun dari tidur di atas kapal. Korban sempat meminta tepung untuk memasak. Namun saat saksi kembali setelah mencari tepung, korban sudah tidak berada di tempat. Lima ABK lainnya telah melakukan pencarian di seluruh bagian kapal, namun korban tidak ditemukan dan diduga jatuh ke laut.


Informasi kejadian tersebut baru diterima Kantor SAR Pekanbaru pada Senin (5/1/2026) pukul 13.50 WIB. Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian sesuai rencana operasi SAR.


Selama tiga hari, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif di sekitar LKP menggunakan rigid inflatable boat (RIB) serta berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat. Meski sempat dihentikan sementara karena cuaca dan keterbatasan visibilitas, pencarian kembali dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan.


Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk dan gangguan komunikasi. Tim SAR Gabungan baru tiba di Desa Teluk Lancar pada pukul 23.30 WIB dan menyerahkan korban kepada aparat desa untuk kemudian dijemput pihak keluarga.


Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 23.50 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke instansi masing-masing.


Kantor SAR Pekanbaru mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan awak kapal, agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta menggunakan alat keselamatan diri saat beraktivitas di laut guna mencegah kejadian serupa. * (rls/Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar