Scroll to top

Kapolda Riau Didesak Usut Tuntas Dugaan Kekerasan yang Dilakukan Oknum Anggota Polresta Pekanbaru

Author
By administrator
06 Jul 2026, 20:01:40 WIB Riau
Kapolda Riau Didesak Usut Tuntas Dugaan Kekerasan yang Dilakukan Oknum Anggota Polresta Pekanbaru

GEGAS || PEKANBARU  — Gelombang protes mahasiswa mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau di Jalan Pattimura, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, pada Senin (6/7/2026) sore. 


Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa, mendesak Kapolda Riau untuk mengusut tuntas serangkaian dugaan tindak kekerasan yang melibatkan oknum anggota kepolisian.


Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.40 WIB ini dipimpin oleh koordinator umum (Kordum) Gusti Perdamaian Siregar serta Koordinator Lapangan (Korlap) Khotib Sempurna dan Sulaiman. 


Selain berorasi secara bergantian, massa aksi juga mengusung beberapa spanduk dan poster foto Supriadi—seorang kader PMII yang diduga menjadi korban kekerasan aparat—sebagai simbol tuntutan penegakan hukum.


Dalam orasinya, PMII menyoroti dua insiden krusial yang dinilai telah mencoreng citra institusi Korps Bhayangkara di Bumi Lancang Kuning.


  •  Pertama: Dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap kader PMII yang terjadi di lingkungan Polresta Pekanbaru. Korban disebut mengalami luka fisik serta trauma mendalam akibat tindakan represif tersebut.
  • Kedua: Dugaan aksi pemukulan terhadap mahasiswa saat tengah menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Riau beberapa waktu lalu.


"Kami meminta seluruh pelaku diusut tanpa pandang bulu. Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, jatuhkan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)," tegas koordinator aksi di tengah riuhnya demonstrasi.


PMII menilai, rentetan peristiwa ini mencerminkan kegagalan kepemimpinan di internal Polda Riau dalam melakukan pembinaan terhadap anggotanya. 


Oleh karena itu, selain menuntut pengusutan kasus, massa juga mendesak Presiden Republik Indonesia dan Kapolri untuk mengevaluasi jabatan Kapolda Riau.


Ultimatum 3x24 Jam


Suasana di depan gerbang Mapolda Riau sempat memanas saat massa bergantian membakar semangat demonstran lewat pengeras suara. 


PMII menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil tanpa memandang bulu, karena aparat penegak hukum berkewajiban memberikan rasa aman, bukan ketakutan.


Selain proses hukum, massa juga menuntut Kapolda Riau untuk memberikan penjelasan transparan di hadapan publik.


"Kapolda Riau harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Riau atas berbagai dugaan tindakan kekerasan yang telah menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian," ujar Gusti.



Sebagai bentuk keseriusan, PMII melayangkan ultimatum keras. Mereka memberikan waktu 3x24 jam bagi pihak kepolisian untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan tersebut. 


Jika diabaikan, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan dengan estimasi massa yang jauh lebih besar.


Meski diwarnai orasi-orasi tajam dan tensi yang sempat meninggi, jalannya unjuk rasa secara umum berlangsung aman. 


Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi menerapkan pola pengamanan humanis, sehingga arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Pattimura tetap berjalan normal.


Massa aksi akhirnya membubarkan diri secara teratur pada pukul 17.15 WIB. Hingga demonstrasi berakhir, situasi di kawasan Mapolda Riau, Jalan Pattimura Pekanbaru tetap kondusif dan terkendali. ** (Fadly)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar