Scroll to top

Diduga Terjadi Pembiaran BBM dan CPO Ilegal, Mahasiswa Desak Kapolres Dumai Dicopot

Author
By administrator
22 Mei 2026, 17:13:43 WIB Hukrim
Diduga Terjadi Pembiaran BBM dan CPO Ilegal, Mahasiswa Desak Kapolres Dumai Dicopot

GEGAS || PEKANBARU — Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) Kota Dumai menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Jumat (22/5/2026). 


Dalam aksinya, mereka mendesak Polda Riau segera membongkar dugaan jaringan penyelewengan BBM subsidi dan aktivitas gudang Crude Palm Oil (CPO) ilegal yang disebut-sebut berlangsung lama di Kota Dumai.


Massa juga secara terbuka meminta Kapolda Riau mengevaluasi bahkan mencopot Kapolres Dumai karena dinilai gagal menindak dugaan praktik mafia migas yang disebut semakin masif dan merugikan masyarakat.


Koordinator lapangan aksi, Satria Ramadhan, menyebut dugaan pembiaran terhadap aktivitas ilegal itu telah berdampak luas terhadap distribusi BBM subsidi di berbagai daerah di Riau, khususnya Kota Dumai. Kondisi tersebut, kata dia, memicu antrean panjang di sejumlah SPBU untuk mendapatkan Pertalite dan Solar.


Menurut dia, persoalan ini tidak lagi sekadar pelanggaran biasa, melainkan telah menyentuh aspek kerugian negara dan keresahan publik. Ia menilai aparat penegak hukum harus bergerak cepat mengusut dugaan aktor intelektual di balik praktik penimbunan BBM dan CPO ilegal tersebut.


“Kapolres Dumai seharusnya mengusut tuntas persoalan ini. Namun yang terjadi justru diduga ada pembiaran terhadap aktivitas mafia migas,” kata Satria dalam orasinya.


Dalam tuntutannya, massa meminta aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap belasan gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM dan CPO ilegal di sejumlah wilayah Dumai, terutama Kecamatan Bukit Kapur, Bukit Timah, Dumai Barat, dan Sungai Sembilan.


GEMPA Kota Dumai juga mendesak penindakan terhadap SPBU yang dianggap bermasalah dalam distribusi BBM subsidi. Mereka menilai praktik penyelewengan tersebut telah berlangsung cukup lama dan melibatkan jaringan yang terstruktur.


Orator lainnya, M. Rasyid, mengungkapkan kekecewaan massa terhadap sikap Kapolres Dumai yang disebut tidak pernah menemui demonstran dalam beberapa aksi sebelumnya di Mapolres Dumai.


“Kalau memang tidak mampu mengusut tuntas persoalan ini, sebaiknya Kapolres Dumai mundur secara gentleman,” tegasnya disambut sorakan peserta aksi.


Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu akhirnya diterima oleh AKBP Agus Prihandinika selaku Pamenwas Polda Riau. Di hadapan massa, ia menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan memastikan tuntutan tersebut akan diteruskan kepada pimpinan.


Menurut Agus, pimpinan Polda Riau saat ini tengah menjalankan ibadah haji sehingga dirinya ditugaskan menerima perwakilan massa aksi. Ia memastikan seluruh tuntutan akan dilaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau untuk ditindaklanjuti.


“Kami menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Setelah ini akan kami laporkan kepada pimpinan dan Direktorat Krimsus untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” ujarnya.


Sekitar pukul 16.20 WIB, aksi unjuk rasa berakhir dalam kondisi aman dan kondusif. Meski demikian, tekanan publik terhadap dugaan praktik mafia BBM dan CPO ilegal di Kota Dumai diperkirakan akan terus menguat, seiring meningkatnya sorotan terhadap distribusi BBM subsidi di Riau. * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar