Scroll to top

Presma IKPN Prihatin Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru Naik

Author
By administrator
14 Mar 2026, 20:33:38 WIB Riau
Presma IKPN Prihatin Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru Naik

GEGAS ||  PEKANBARU – Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru hingga 2025 menjadi perhatian serius kalangan mahasiswa kesehatan. Presiden Mahasiswa (Presma) Institut Kesehatan Payung Negeri (IKPN) Pekanbaru, Ripal Samudra, menyampaikan keprihatinannya terhadap peningkatan angka kasus yang dinilai memerlukan perhatian bersama dari pemerintah, institusi pendidikan, serta masyarakat.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, hingga September 2025 tercatat sebanyak 310 kasus HIV/AIDS. Rinciannya terdiri dari 264 kasus HIV dan 46 kasus AIDS. Mayoritas penderita didominasi oleh laki-laki pada usia produktif, yakni antara 25 hingga 49 tahun.


Angka tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan tren peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, kasus HIV/AIDS di Pekanbaru tercatat mencapai 474 kasus dalam satu tahun. Peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh semakin luasnya upaya deteksi dini yang dilakukan melalui fasilitas kesehatan.


Saat ini, pemeriksaan HIV telah tersedia di 31 rumah sakit dan 125 klinik yang tersebar di Kota Pekanbaru. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat penanganan penyakit menular sekaligus meningkatkan cakupan skrining kesehatan masyarakat.


Ripal Samudra menilai peningkatan angka kasus HIV tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, generasi muda dan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan HIV.


“Sebagai mahasiswa kesehatan, kami melihat bahwa peningkatan kasus HIV harus menjadi perhatian bersama. Edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat, terutama terkait pencegahan dan pentingnya pemeriksaan dini,” kata Ripal dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).


Dia berharap Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dapat terus memperluas program pencegahan melalui kampanye kesehatan yang lebih masif, penyediaan akses tes HIV yang mudah dijangkau masyarakat, serta peningkatan edukasi yang menyasar generasi muda.


Selain itu, Ripal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, serta komunitas kesehatan dalam menekan penyebaran HIV di Pekanbaru.


Menurut dia, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari sosialisasi mengenai perilaku hidup sehat, peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela hingga penghapusan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).


“Stigma terhadap ODHA masih menjadi tantangan besar dalam penanganan HIV. Padahal, dukungan sosial sangat penting agar mereka mendapatkan akses pengobatan dan tetap menjalani kehidupan secara produktif,” tuturnya.


Sebagai bagian dari kalangan akademisi, mahasiswa kesehatan di IKPN juga menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan edukasi masyarakat. Ripal menyebut mahasiswa dapat berperan aktif melalui program penyuluhan, kampanye kesehatan hingga kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.


“Kami dari kalangan mahasiswa siap mendukung program Dinas Kesehatan dengan terlibat langsung dalam penyuluhan, kampanye kesehatan, dan edukasi masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, kami yakin upaya pencegahan HIV di Pekanbaru dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.


Dia berharap dengan komitmen bersama dari seluruh pihak, angka kasus HIV di Pekanbaru dapat ditekan secara bertahap. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini juga diharapkan semakin meningkat.


Upaya terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memutus rantai penularan HIV, sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli dan inklusif bagi para penyintas HIV/AIDS. * (rls/Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar