GEGAS || PEKANBARU – Peristiwa kaburnya enam tahanan Kejaksaan Negeri Pekanbaru menggegerkan warga di pusat Kota Pekanbaru, Kamis (11/6/2026) siang.
Insiden itu terjadi ketika bus tahanan yang mengangkut para tersangka dan terdakwa terjebak kemacetan di persimpangan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan KH Ahmad Dahlan, sekira pukul 12.15 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kemacetan lalu lintas yang cukup padat diduga menjadi celah yang dimanfaatkan para tahanan untuk melarikan diri.
Dalam situasi tersebut, enam tahanan berhasil keluar dari kendaraan pengangkut tahanan sebelum akhirnya berpencar meninggalkan lokasi.
Sejumlah saksi mata menyebutkan empat tahanan terlihat berlari menuju kawasan Gang Arrida di Jalan Ahmad Yani. Kejadian itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang menyaksikan aksi pelarian tersebut di tengah aktivitas siang hari.
“Dua orang sudah berhasil ditangkap kembali dan saat ini diamankan di sel tahanan Pengadilan Negeri Pekanbaru,” ujar seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Informasi sementara menyebutkan para tahanan yang kabur berasal dari sejumlah perkara berbeda, di antaranya kasus penyalahgunaan narkotika dan tindak pidana pencurian. Aparat keamanan langsung bergerak cepat setelah menerima laporan pelarian tersebut.
Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru, AKP Noki Loviko SH MH, terlihat tiba di lingkungan Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk berkoordinasi sekaligus memimpin upaya pencarian terhadap tahanan yang belum berhasil diamankan.
“Ya, segera kita kejar dan tangkap mereka yang lari,” ujarnya singkat.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru membenarkan terjadinya insiden kaburnya tahanan tersebut.
Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Mey Ziko, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan aparat kepolisian sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi secara rinci.
Hingga Kamis sore, proses pengejaran terhadap tahanan yang masih melarikan diri terus dilakukan.

Aparat gabungan dari kepolisian dan kejaksaan juga melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian para tahanan.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan dan prosedur pengawalan tahanan selama proses pemindahan menuju persidangan.
Pihak berwenang diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang menyebabkan para tahanan dapat melarikan diri di tengah kemacetan lalu lintas. * (Denny W)
