Scroll to top

Pegawai PNM Hilang Terseret Arus Sungai Indragiri

Author
By administrator
18 Mei 2026, 22:02:50 WIB Riau
Pegawai PNM Hilang Terseret Arus Sungai Indragiri

GEGAS || RENGAT - Seorang pegawai lapangan hilang setelah perahu kecil yang membawanya terbalik di Sungai Indragiri. Di tengah deras arus dan pekerjaan yang menuntut menjangkau pelosok desa, pencarian berubah menjadi kisah tentang risiko yang diam-diam dipikul para pekerja lapangan di daerah terpencil.


Langit siang di Sungai Indragiri belum benar-benar muram ketika sebuah perahu mini bergerak perlahan membelah arus di kawasan Pasir Sialang Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Minggu siang (18/5/2026). 


Air sungai tampak tenang dari kejauhan. Sesekali hanya riak kecil yang muncul akibat hempasan angin dan lalu lintas perahu warga.


Di atas perahu itu, tiga lelaki menjalankan rutinitas yang bagi mereka mungkin terasa biasa: menyusuri desa, memeriksa data, memastikan pengajuan pinjaman seorang nasabah. Tidak ada tanda bahwa perjalanan singkat itu akan berubah menjadi kepanikan.


Ardi Yahya, 34 tahun, pegawai non-bank dari Permodalan Nasional Madani (PNM), duduk bersama dua rekannya, Irawan (25 tahun) dan M Yasin (53). Mereka menuju lokasi survei nasabah bernama Saharudin, warga Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik. Di daerah seperti itu, sungai bukan sekadar bentang alam. Ia adalah jalan utama, penghubung kehidupan, sekaligus risiko yang diterima sehari-hari.


Sekira pukul 12.30 WIB, di tengah aliran Sungai Indragiri, perahu kecil yang mereka tumpangi mulai limbung. Tak banyak waktu untuk menyelamatkan diri.


Perahu itu kemudian terbalik.


Dua orang berhasil keluar dari pusaran air dan menyelamatkan diri ke tepian. Namun Ardi menghilang bersama deras arus sungai. Namanya kemudian tercatat sebagai satu korban hilang dalam laporan resmi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru.


Di atas kertas laporan, lokasi kejadian ditulis dengan koordinat presisi: 0°22'45"S 102°20'47"E. 


Namun di lapangan, titik itu adalah bentang sungai panjang dengan arus yang tak mudah ditebak. Sungai Indragiri sejak lama dikenal menjadi nadi transportasi masyarakat di sejumlah wilayah Riau bagian selatan. 


Tetapi sungai yang sama juga menyimpan ancaman, terutama bagi perahu kecil yang mengangkut penumpang tanpa perlindungan memadai.


Informasi mengenai kecelakaan itu pertama kali diterima dari Kepala Pelaksana BPBD Indragiri Hulu, Fuad. 


Tak lama setelah laporan masuk, Kantor SAR Pekanbaru mengerahkan delapan personel rescue menuju lokasi kejadian. Mereka menempuh perjalanan sekitar 137 kilometer dari Pekanbaru ke titik pencarian.


Di markas SAR, kabar orang hilang di sungai bukan sesuatu yang asing. Tetapi setiap operasi selalu membawa kecemasan yang berbeda. Ada keluarga yang menunggu, ada harapan yang menggantung pada cuaca, arus dan waktu.


Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan tim telah diberangkatkan untuk melakukan pencarian maksimal bersama unsur SAR gabungan. Keselamatan personel di lapangan, kata dia, tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.


Menjelang sore, mesin-mesin perahu penyelamat mulai meraung di tepian Sungai Indragiri. Warga sekitar ikut memantau dari pinggir sungai. Sebagian menunjuk ke arah lokasi terakhir korban terlihat. Sebagian lain hanya diam memperhatikan air yang terus mengalir tanpa suara.


Di daerah-daerah seperti Indragiri Hulu, perjalanan lintas sungai adalah bagian dari keseharian yang nyaris tak pernah dipertanyakan lagi. Petugas lapangan, tenaga survei hingga warga desa terbiasa berpindah dari satu titik ke titik lain menggunakan perahu kecil. Risiko dianggap bagian dari pekerjaan dan kehidupan.


Namun kecelakaan yang menimpa Ardi Yahya memperlihatkan sisi lain dari pekerjaan lapangan yang jarang terlihat publik. Di balik proses administrasi pinjaman, survei nasabah, atau layanan keuangan hingga ke pelosok desa, ada pekerja-pekerja yang harus menembus jalan tanah, kebun, bahkan sungai yang panjang dan liar.


Mereka datang bukan dengan sorotan kamera, melainkan dengan tas dokumen dan catatan survei.


Dan kadang, mereka harus mempertaruhkan keselamatan untuk memastikan layanan tetap menjangkau masyarakat di daerah terpencil.


Hingga Minggu malam, pencarian terhadap Ardi Yahya masih terus dilakukan. Sungai Indragiri tetap mengalir seperti biasa—tenang di permukaan, tetapi menyimpan arus kuat di bawahnya. 


Sementara di tepian, harapan keluarga belum benar-benar padam: semoga lelaki yang berangkat untuk bekerja itu masih bisa ditemukan dan pulang. * (Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar