Scroll to top

BEM UHT Gelar Diskusi Akar Rumput Gerakan Mahasiswa

Author
By administrator
26 Apr 2026, 11:24:16 WIB Riau
BEM UHT Gelar Diskusi Akar Rumput Gerakan Mahasiswa

GEGAS || PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hang Tuah (BEM UHT) Pekanbaru menggelar diskusi akar rumput sebagai upaya memperkuat solidaritas gerakan mahasiswa di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.


Kegiatan ini digagas Kementerian Sosial, Politik dan Hukum (Kemensospolkum) dan berlangsung di Lapangan MTQ Pekanbaru, Jumat (24/4/2026) lalu.


Mengusung tema “Dinamika Organisasi, Pergerakan Mahasiswa, dan Pembentukan Karakter Kaderisasi”, forum ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk membedah arah gerakan sekaligus memperkuat fondasi organisasi dari tingkat paling dasar.


Diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi. Selain menjadi ruang bertukar gagasan, forum ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran mahasiswa, tidak hanya sebagai agent of change, tetapi juga sebagai moral force yang menjaga nilai-nilai kritis dan intelektual.


Presiden Mahasiswa UHT Pekanbaru, Syahradi Ramatul, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi biasa. Menuru dia, ruang ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi kader untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik sekaligus memperkuat kapasitas intelektual.


“Organisasi yang kuat lahir dari kader yang sadar, paham, dan berani bertindak. Karena itu, kaderisasi harus menjadi prioritas dalam setiap gerakan mahasiswa,” ucapnya.


Diskusi ini menghadirkan sejumlah pemateri internal BEM UHT, yakni Menteri Sospolkum Muhammad Zaki Kurniawan, Sekretaris Menteri Nikolas Amsal Pratama Lase, serta staf Muhammad Pandu Saputra. Ketiganya memaparkan pentingnya adaptasi organisasi terhadap perubahan sosial-politik yang terus bergerak cepat.


Dalam pemaparannya, isu kaderisasi menjadi sorotan utama. Peserta diajak memahami bahwa keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada kualitas kader yang dibentuk. Tanpa sistem kaderisasi yang kuat, gerakan mahasiswa dinilai rentan kehilangan arah dan daya kritisnya.


Muhammad Pandu Saputra menekankan bahwa kaderisasi bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan fondasi utama dalam membangun gerakan yang berkelanjutan. 


“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Dari sanalah lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa perubahan,” tegasnya.


Selain itu, forum juga membahas bagaimana gerakan mahasiswa tetap relevan dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Di tengah tantangan zaman—mulai dari perubahan politik hingga arus digitalisasi—mahasiswa dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan idealisme.


Diskusi akar rumput ini sekaligus menjadi bentuk konsolidasi internal untuk memperkuat struktur gerakan yang lebih terorganisir, sistematis dan masif. BEM UHT menilai, tanpa solidaritas yang kuat, gerakan mahasiswa akan sulit memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.


Wakil Presiden Mahasiswa, Ahmad Dani, turut mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun gerakan kolektif yang lebih solid. Menurut dia, ruang-ruang diskusi seperti ini penting untuk menjaga semangat kritis mahasiswa tetap hidup.


Melalui forum ini, BEM UHT berharap lahir kader-kader yang tidak hanya progresif, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan.


Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan gerakan mahasiswa tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang melalui kaderisasi yang matang, ruang dialog terbuka, serta solidaritas yang terus dirawat.


Di tengah tantangan sosial-politik yang semakin kompleks, BEM UHT Pekanbaru memilih memperkuat akar gerakan—dari bawah—sebagai strategi membangun kekuatan mahasiswa yang lebih kokoh dan berkelanjutan. * (rls/Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar