Scroll to top

Diskusi Menteri LH–Polda Riau Perkuat Green Policing

Author
By administrator
04 Mei 2026, 17:45:57 WIB Riau
 Diskusi Menteri LH–Polda Riau Perkuat Green Policing

GEGAS || PEKANBARU — Diskusi strategis antara Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat dan jajaran Polda Riau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krusialnya persoalan lingkungan hidup di Provinsi Riau. 


Pertemuan yang digelar di Aula Tribrata Polda Riau, Senin (4/5/2026), menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan aparat penegak hukum di daerah.


Kapolda Riau, Herry Heryawan, menegaskan bahwa isu lingkungan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan beririsan langsung dengan stabilitas keamanan, ekonomi hingga keadilan antargenerasi. 


Dia menyebut kerusakan lingkungan seperti deforestasi dan abrasi pesisir akibat hilangnya mangrove dapat berdampak serius, termasuk terhadap batas wilayah negara.


“Lingkungan adalah isu keamanan, ekonomi, dan keadilan sekaligus. Bahkan, dalam konteks wilayah perbatasan, kerusakan ekologis bisa berdampak pada kedaulatan,” kata Herry.


Data yang dipaparkan menunjukkan tekanan besar terhadap ekosistem Riau. Luas hutan yang pada 2016 mencapai sekitar 5,4 juta hektare kini menyusut drastis menjadi sekitar 1,6 juta hektare pada 2023. 


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta deforestasi menjadi faktor utama degradasi tersebut. Riau juga memiliki catatan kelam kebakaran besar pada 1997 dan 2014 yang dampaknya meluas hingga ke negara tetangga.


Dalam forum tersebut, Kapolda memperkenalkan konsep green policing sebagai strategi utama Polda Riau dalam merespons krisis lingkungan. Pendekatan ini bertumpu pada tiga pilar: green habit, green thinking, dan green collaboration yang menempatkan kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga penggerak perubahan perilaku kolektif.


Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup menekankan pentingnya kesadaran global melalui konsep “Only One Earth” sebagai dasar kebijakan dan tindakan nyata. 


Dia mendorong pendekatan terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, tokoh adat, hingga sektor swasta dalam skema kolaborasi multihelix.


Diskusi turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Rocky Gerung, yang selama ini aktif menyuarakan pentingnya etika lingkungan, serta pejabat Kementerian Lingkungan Hidup seperti Rizal Irawan dan Dodi Kurniawan.


Sebagai bagian dari kegiatan, Polda Riau juga menampilkan program inovatif Green Policing dan Waste to Energy (WTE), yang diharapkan menjadi model integrasi antara penegakan hukum dan solusi berkelanjutan. 


Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata berupa lukisan dari Kapolda kepada Menteri Lingkungan Hidup, menandai komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah berbagai tantangan global. * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar