Scroll to top

Sudut Panger : Malam yang Tak Pernah Benar-Benar Sepi dari Sabu

Author
By administrator
05 Jun 2026, 20:09:02 WIB Hukrim
Sudut Panger : Malam yang Tak Pernah Benar-Benar Sepi dari Sabu

GEGAS || PEKANBARU Malam telah larut ketika dua pria paruh baya berdiri di pinggir Jalan H. Agus Salim, kawasan yang oleh banyak warga Pekanbaru lebih akrab disebut Panger. 


Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya kekuningan di atas aspal yang mulai lengang. Namun bagi aparat kepolisian, kawasan itu belum pernah benar-benar tidur.


Panger menyimpan reputasi panjang yang sulit dilepaskan dari persoalan narkotika. Nama kampung itu berulang kali muncul dalam laporan pengungkapan kasus, operasi penertiban hingga keluhan warga yang berharap lingkungan mereka terbebas dari bayang-bayang peredaran sabu. 


Di tengah upaya itu, Rabu malam, 3 Juni 2026, kembali menjadi satu fragmen kecil dari perang panjang melawan narkoba.


Sekitar pukul setengah sebelas malam, Tim Opsnal Unit II Satresnarkoba Polresta Pekanbaru bergerak menyusuri kawasan tersebut. Mereka datang bukan tanpa alasan. Informasi yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa lokasi di sekitar Jalan H. Agus Salim masih kerap dijadikan titik transaksi narkotika.


Informasi itu bukan sekadar kabar angin. Di daerah-daerah yang telah lama dicap rawan narkoba, laporan warga sering menjadi petunjuk awal yang membuka tabir aktivitas tersembunyi di balik rutinitas sehari-hari. 


Aparat lalu melakukan pengintaian, mengamati pergerakan orang-orang yang keluar masuk kawasan, hingga akhirnya menemukan dua sosok yang dianggap mencurigakan.


Mereka adalah BS, 45 tahun, dan AP, 53 tahun. Keduanya diamankan di pinggir jalan. Di hadapan Ketua RT setempat yang turut menyaksikan proses pemeriksaan, petugas menemukan satu plastik klip bening berisi kristal yang diduga sabu dengan berat kotor 0,29 gram. Barang bukti itu memang tidak besar. Bahkan, bagi sebagian orang, jumlah tersebut mungkin terlihat sepele.


Namun dalam dunia pemberantasan narkotika, angka sekecil apa pun tetap menyimpan cerita yang lebih besar. Sebab, di balik beberapa persepuluh gram sabu, tersimpan persoalan yang jauh melampaui ukuran barang bukti: ketergantungan, kemiskinan, jaringan peredaran hingga rapuhnya ketahanan sosial di lingkungan perkotaan.


Petugas juga mengamankan sebuah telepon genggam dan sepeda motor Honda berwarna merah. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, hasil tes urine menunjukkan kedua pria tersebut positif mengandung *methamphetamine. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa keduanya merupakan penyalahguna narkotika.


Kasat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko mengatakan kedua pria tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan guna memastikan keterlibatan keduanya dalam perkara tersebut.


Pengungkapan itu mungkin hanya satu kasus kecil dibandingkan besarnya persoalan narkoba yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia. 


Namun setiap penangkapan selalu menyisakan pertanyaan yang sama: mengapa kawasan yang berulang kali menjadi target operasi masih terus melahirkan kasus serupa?


Jawabannya tidak sesederhana menangkap pelaku atau menyita barang bukti. Peredaran narkotika tumbuh di ruang-ruang yang sering kali dibentuk oleh persoalan ekonomi, lingkungan sosial, hingga lemahnya pengawasan. 


Ketika satu pelaku diamankan, bukan tidak mungkin pelaku lain muncul menggantikannya. Ketika satu titik transaksi ditutup, jaringan dapat berpindah ke sudut yang berbeda.


Karena itulah, perang terhadap narkoba tidak pernah berhenti pada operasi penangkapan. Ia membutuhkan keterlibatan masyarakat, rehabilitasi bagi pengguna, serta upaya pencegahan yang berkelanjutan. Tanpa itu, kawasan-kawasan yang telah lama diberi label "rawan narkoba" akan terus menjadi panggung bagi cerita yang sama.


Di Panger, malam itu akhirnya berakhir dengan dua orang yang dibawa ke kantor polisi dan sebungkus kecil sabu yang diamankan sebagai barang bukti. Namun bagi Pekanbaru, kisah sesungguhnya belum selesai.


Sebab di balik 0,29 gram sabu yang ditemukan, tersimpan pekerjaan rumah yang jauh lebih besar: bagaimana mengakhiri siklus yang membuat narkotika terus menemukan jalannya kembali ke tengah masyarakat. ** (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar