Scroll to top

Riau Bhayangkara Run 2026 Diikuti 15.000 Pelari

Author
By administrator
19 Jul 2026, 09:10:59 WIB Olahraga
Riau Bhayangkara Run 2026 Diikuti 15.000 Pelari

GEGAS || PEKANBARU — GEGAS || PEKANBARU - Riau Bhayangkara Run 2026 resmi digelar di Pekanbaru, Minggu (19/7/2026) pagi, diikuti  dari dalam dan luar negeri.


Dentuman senyap semangat kebersamaan memecah kesunyian subuh di kawasan Mapolda Riau. Riau Bhayangkara Run (RBR) mengubah jalanan ibu kota Provinsi Riau menjadi lautan manusia berbaju olahraga. 


Acara yang menjadi puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini dibuka dengan pelepasan (flag off) oleh jajaran pimpinan tertinggi daerah dan aparat keamanan.


Tepat pukul 05.30 WIB, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana melepas 2.511 peserta kategori half marathon (21K). 




Menyusul satu jam kemudian, lebih dari 12.500 peserta untuk kategori 10K dan 5K memulai perlombaan dari garis start dan finish yang sama di depan kantor Kepolisian Daerah Riau.


Sebelum pelepasan, suasana khidmat menyelimuti area start saat seluruh peserta dan tamu undangan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan safety driving race direction serta sambutan inspiratif dari Kapolda Riau. 


Tak hanya dihadiri 15.000 pelari, acara ini juga menyedot perhatian Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi, para pejabat utama Polda Riau serta Karorena Polda Riau Kombes Daniel Widya Mucharam yang bertindak selaku Ketua Panitia.


Lawan Karhutla, Bukan Sekadar Lari


Dalam sambutannya yang membakar semangat, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa RBR 2026 adalah bentuk nyata komitmen kolektif dalam pelestarian lingkungan. "Hari ini kita hadir bersama merayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema "Riau Melawan Karhutla". Ini adalah momen kita menumbuhkan komitmen bahwa gajah, harimau dan ekosistem Riau harus kita jaga bersama," kata  Kapolda di hadapan ribuan peserta.


Kapolda juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para sponsor dan peserta yang rela hadir di Bumi Lancang Kuning. "Jika kita menjaga alam, maka alam menjaga kita. Buktinya tadi malam Kota Pekanbaru dibasahi hujan dan pagi ini kita menghirup oksigen yang banyak," imbuhnya dengan nada optimis, mengaitkan kondisi cuaca sebagai pertanda baik.


Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam kesempatan yang sama turut menyampaikan terima kasih kepada Polda Riau. "Riau Bhayangkara Run dengan tema "Riau Melawan Karhutla" ini adalah bukti nyata bahwa kita melawan kebakaran hutan dan lahan. Ini bukan sekadar seremonial, ini adalah gerakan moral," kata SF Hariyanto.


Salah satu pembeda mencolok pada penyelenggaraan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya adalah merchandise yang dibagikan kepada peserta.


Panitia menyiapkan boneka anak gajah bernama Nona Seroja yang dilengkapi dengan bibit pohon. Setiap peserta diharapkan membawa pulang dan menanam bibit tersebut di lingkungan masing-masing. 


Langkah ini menjadi simbol harapan agar kelestarian flora dan fauna Sumatra tetap terjaga di tengah gempuran ancaman kebakaran lahan.


Dengan tiga kategori yang dilombakan—half marathon (21K), 10K, dan 5K—RBR 2026 yang mengusung tema "Run with Purpose, Move Forward with Riau" ini menjadi ajang mempromosikan human solidarity dan environmental ethics. Di tengah ancaman kemarau panjang yang kerap memicu bencana asap lintas provinsi, Polda Riau berusaha mendobrak stigma bahwa Riau dan karhutla adalah dua hal yang tak terpisahkan. 


Lewat pendekatan Green Policing, Polda Riau mencoba mengawinkan olahraga massal dengan kampanye penyelamatan lingkungan.


Green Policing: Mengubah Mindset Bukan Sekadar Memadamkan Api


Konsep Green Policing yang menjadi jargon dalam RBR 2026 mendapat penekanan khusus. Kapolda Riau menjelaskan bahwa penegakan hukum saat ini tidak lagi hanya soal keadilan antarmanusia, tetapi keadilan bagi alam. "Memadamkan api di lahan gambut adalah hilir dari masalah. Hulunya adalah mengubah pola pikir masyarakat. Bumi ini hanya satu dan kita wajib menjaganya demi keberlanjutan masa depan generasi penerus bangsa," tegas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam keterangan persnya pada Kamis (16/7/2026) lalu.


Polda Riau menyadari bahwa pencegahan karhutla tidak cukup hanya dengan patroli atau penggerebekan pembakar lahan. Melalui RBR 2026, pesan menjaga ekosistem disuarakan dengan lantang dan dikemas menarik. Edukasi lingkungan ditargetkan secara masif mulai dari generasi muda, pelajar, hingga para pencinta olahraga dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara.


"Saya tegaskan bahwa alam ini bukan warisan yang bebas kita habiskan, melainkan titipan yang wajib kita jaga dan rawat untuk generasi mendatang. Riau Bhayangkara Run 2026 adalah langkah awal kita semua untuk bergerak, berlari dan menyelamatkan Bumi Lancang Kuning dari ancaman karhutla," pungkas jenderal lulusan Akpol 96 itu.


Dengan 15.000 pasang kaki yang melangkah seirama, Riau berharap kabut asap musim kemarau dapat berubah menjadi kabut semangat kebersamaan. * (Fadly)



Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar