GEGAS || PEKANBARU — Puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru diprediksi terjadi pada Sabtu lusa (28/3/2026).
Proyeksi ini disampaikan Direktur Operasional PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Agus Haryadi, usai melakukan monitoring langsung di bandara tersebut.
Dalam kunjungan itu, Agus didampingi General Manager (GM) InJourney Airports SSK II Pekanbaru, Achmad. Menurut dia, lonjakan arus balik di Pekanbaru sejalan dengan tren nasional yang juga diperkirakan mencapai puncak pada tanggal yang sama, termasuk di bandara-bandara besar seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini merujuk pada proyeksi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Puncak arus balik terjadi pada 28 Maret. Ini sama dengan prediksi Kementerian Perhubungan dan pola yang terjadi di bandara besar lainnya,” kata Agus kepada Gegas.co, Rabu (25/3/2026) sore.
Dijelaskannya, kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi angkutan Lebaran 2026, khususnya untuk memastikan kesiapan operasional selama periode mudik dan arus balik.
Dari hasil pemantauan sejak H-7 hingga saat ini, operasional penerbangan dan layanan penumpang di Bandara SSK II secara umum berjalan lancar dan terkendali. Tren pergerakan penumpang juga menunjukkan angka yang positif, meski terdapat fluktuasi harian.
“Hari ini terdapat sekitar 76 penerbangan dengan pergerakan penumpang diperkirakan mencapai lebih dari 12.000 orang. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, namun secara tren masih tergolong baik,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus balik, pihak bandara telah menyiapkan tambahan penerbangan (extra flight) berkisar 12 hingga 14 penerbangan per hari selama periode angkutan Lebaran.
Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat catatan terkait ketepatan waktu penerbangan atau On-Time Performance (OTP). Saat ini, OTP di Bandara SSK II tercatat berada di kisaran 60 persen, meski secara umum rata-rata nasional masih berada di angka 90 persen.
“Secara umum operasional masih dalam kategori lancar. Memang ada beberapa catatan terkait OTP, namun tidak berdampak signifikan terhadap layanan secara keseluruhan,” ujarnya.

Selain itu, operasional angkutan Lebaran juga tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan dari Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 89 terkait standar pelayanan dan operasional penerbangan.
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada media yang dinilai berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu menyebarkan informasi. Ini penting agar masyarakat bisa mengatur perjalanan dengan lebih baik dan menghindari penumpukan,” katanya.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, pengelola bandara optimistis puncak arus balik di Pekanbaru dapat terlayani dengan baik tanpa gangguan berarti. * (Denny W)
