Scroll to top

Wamentan Pimpin Panen Padi 150 Hektare di Kampar

Author
By administrator
10 Feb 2026, 23:35:47 WIB Riau
Wamentan Pimpin Panen Padi 150 Hektare di Kampar

GEGAS || BANGKINANG —  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryonomemimpin langsung panen raya padi di lahan seluas 150 hektare di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, kemarin. Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.


Panen raya tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, di antaranya Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, perwakilan Pangdam I/Bukit Barisan, Danlanud, Danlanal, serta jajaran pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Provinsi Riau.


Dalam sambutannya, Sudaryono menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut menjadi bagian dari Asta Cita yang menempatkan ketahanan dan kemandirian pangan sebagai agenda strategis nasional.


“Alhamdulillah, tahun ini Indonesia tidak melakukan impor beras. Ini capaian besar yang harus kita jaga bersama,” ujar Sudaryono di hadapan para petani dan tamu undangan.


Menurutnya, untuk mempertahankan bahkan memperkuat swasembada beras, produksi harus terus ditingkatkan secara konsisten. Pemerintah mendorong perluasan lahan persawahan, optimalisasi lahan tidur, serta peningkatan indeks pertanaman melalui intensifikasi dan modernisasi alat pertanian.


Dia menekankan, keberhasilan tanpa impor beras bukan alasan untuk berpuas diri. Tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga global, hingga dinamika distribusi pangan harus diantisipasi dengan kerja nyata di lapangan.


“Kalau ingin terus swasembada, produksinya harus naik. Caranya dengan memperluas lahan, memperbaiki irigasi dan meningkatkan intensitas tanam,” tuturnya.


Tak hanya mengikuti prosesi panen raya, Wamentan juga berdialog langsung dengan para petani dan tenaga penyuluh pertanian. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan alat dan mesin pertanian modern hingga perbaikan infrastruktur irigasi untuk menjaga stabilitas produksi.


Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah pusat menyerahkan bantuan dua unit alat panen padi modern (combine harvester) untuk Kabupaten Kampar. Selain itu, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi juga menjadi prioritas guna memastikan ketersediaan air sepanjang musim tanam.


Sudaryono menegaskan, intervensi pemerintah tidak boleh setengah-setengah. Dukungan sarana produksi, pendampingan penyuluh, akses pembiayaan, hingga jaminan harga gabah harus berjalan beriringan agar petani semakin sejahtera.


“Petani adalah pahlawan pangan. Negara wajib hadir, bukan hanya saat panen raya, tetapi juga dalam setiap proses produksi,” katanya.



Panen raya di Desa Binuang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian di Riau. Dengan luas lahan yang terus dioptimalkan dan dukungan teknologi modern, Riau diproyeksikan mampu menjadi salah satu lumbung pangan nasional di wilayah Sumatra.


Pemerintah optimistis, sinergi antara pusat dan daerah akan mempercepat target swasembada pangan berkelanjutan. Kampar dinilai memiliki potensi besar dengan dukungan lahan, sumber daya manusia, dan komitmen pemerintah daerah.


Di tengah tantangan global, langkah konkret di tingkat desa seperti yang terjadi di Bangkinang menjadi bukti bahwa swasembada pangan bukan sekadar slogan. Produksi meningkat, impor ditekan dan petani didorong naik kelas.


Panen raya 150 hektare di Kampar hari ini bukan hanya seremoni. Ini adalah pesan tegas: Indonesia serius menjaga kedaulatan pangannya. * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar