Scroll to top

Walhi Riau Menilai Pernyataan Paslon 02 Nasir-Wardan tentang Alihfungsi Hutan Jadi Perkebunan Sangat Berbahaya

Author
By administrator
19 Nov 2024, 18:29:35 WIB Riau
Walhi Riau Menilai Pernyataan Paslon 02 Nasir-Wardan tentang Alihfungsi Hutan Jadi Perkebunan Sangat Berbahaya

GEGAS.CO || PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau menilai pernyataan Pasangan Calon  nomor urut 02 (Paslon 02)  Muhammad Nasir-Muhammad Wardan yang ingin seluruh hutan Riau dialihfungsikan menjadi perkebunan sangat berbahaya.

Pernyataan itu disampaikan Nasir-Wardan pada saat Debat Publik Kedua Gubernur dan Wakil Gubernur Riau di Co-Ex Pekanbaru, Minggu malam (17/11/2024) lalu.

“Pernyataan paslon nomor dua, yaitu Muhammad Nasir-Muhammad Wardan yang ingin seluruh hutan Riau dialihfungsikan menjadi perkebunan sangat berbahaya. 

Di saat banyak pihak khawatir akan makin rusaknya hutan, pasangan ini justru dengan terang-terangan akan membabat habis hutan untuk dijadikan kebun. Kalau terjadi bencana ekologis yang lebih besar, seperti banjir, karhutla, dan pemanasan global, siapa yang akan dirugikan? Lagi-lagi masyarakat,” kata Even Sembiring, Direktur Eksekutif Walhi Riau dalam Siaran Pers yang diterima Gegas.co, Selasa (19/11/2024).

Even Sembiring pun mengingatkan bahwa orientasi alih fungsi lahan tanpa mempedulikan keprihatinan global akan situasi iklim juga menjadi peringatan besar bagi masyarakat akan bagaimana kepemimpinan para calon ini dijalankan. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa perkebunan itu akan benar-benar ditujukan untuk masyarakat. 

Seringkali justru perusahaan yang banyak menangguk untung dari kebijakan tersebut. Akibatnya, ketimpangan ekonomi akan makin tinggi dan keanekaragaman hayati akan habis tak bersisa. Tidak ada kesejahteraan yang dijanjikan.

Even menilai debat kedua calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau mencerminkan bahwa visi-misi setiap pasangan calon dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan tidak lepas dari kuasa logika kapital. Bahkan salah satu pasangan, tepatnya pasangan Nasir-Wardan meletakkan aspek ekonomi di atas segalanya.

"Alih-alih memperbaiki lingkungan yang banyak dirusak oleh aktivitas ekstraktif, paslon ini malah bertutur tentang alih fungsi kawasan hutan untuk perkebunan dan meremehkan komitmen global guna mengatasi persoalan perubahan iklim,” kata Even Sembiring. 

Oleh sebab itu, Walhi Riau mengingatkan sekitar satu minggu ke depan, masyarakat akan dihantarkan pada proses menentukan pilihannya. 

Jelang fase tersebut, Walhi Riau menghimbau para pemilih untuk menentukan pilihannya secara cermat. Tujuannya jelas, agar pemilih dapat memilah dan memilih dengan tepat, walaupun hasilnya diragukan melahirkan pemimpin yang memulihkan Riau secara utuh. 

Baik dari aspek keberpihakan pada masyarakat adat, pemulihan lingkungan hidup, dan memastikan peningkatan kesejahteraan secara adil. 

Walhi Riau juga mengkritik pertanyaan yang disiapkan KPU Provinsi Riau melalui panelis. Pertanyaan tersebut cenderung melihat konteks pertumbuhan ekonomi dengan model ekonomi hijau dan ekonomi biru sebagai sarana menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Konsep ini sudah dikritik oleh banyak akademisi kritis yang melihat model tersebut tidak menjawab masalah lingkungan, bahkan membuat yang kaya semakin kaya dan miskin semakin menderita atau sekedar hidup dengan standar kebutuhan dasar yang sangat minim,” ujar Even Sembiring. 

Kenyataannya konsep ekonomi hijau maupun biru tidak dapat menjawab persoalan ekologis yang kini dihadapi di banyak tempat karena masih bertumpu pada gagasan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi terbukti tidak memberikan kesejahteraan riil kepada masyarakat. Sebaliknya, ketimpangan ekonomi justru makin naik karena sumber-sumber ekonomi utama dikuasai oleh segelintir orang yang paling diuntungkan. * (rls/Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar