GEGAS.CO || PEKANBARU — Komitmen kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau kembali ditunjukkan melalui pengiriman Tim Relawan Kesehatan ke wilayah terdampak bencana galodo dan gempa bumi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Tim dilepas secara resmi pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, di depan Markas PMI Provinsi Riau, Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.
Pelepasan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Heri Permana, S.STP., M.Si., mewakili Plt Gubernur Riau, bersama Ketua PMI Provinsi Riau dr. Maal Abror, MKM, Wakil Ketua PMI Said Mukri, Dewan Kehormatan PMI Drs. Zulher, serta jajaran pengurus PMI Riau.
Sebanyak 13 personel relawan diberangkatkan menggunakan empat kendaraan, membawa logistik kesehatan dan obat-obatan. Tim tiba di Bukittinggi pada sore hari setelah menempuh perjalanan panjang yang sempat berubah rute akibat terputusnya jalur utama Kelok 44.
Awalnya, relawan direncanakan menuju Kecamatan Malalak. Namun berdasarkan koordinasi dengan PMI Kabupaten Agam, wilayah tersebut telah ditangani tim dari Banten dan Jawa Tengah. PMI Riau kemudian diarahkan untuk mengisi kekosongan layanan kesehatan di kawasan Maninjau.
Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Jalur alternatif melalui Sicincin dan Pariaman harus ditempuh akibat kondisi jalan yang rusak parah. Tim bahkan diminta bermalam di Bukittinggi karena jalur Silaiang dijadwalkan ditutup pada siang hari. Keberangkatan dilanjutkan subuh hari, menyusuri kawasan yang masih diselimuti kabut tebal dan pemandangan kerusakan hebat akibat terjangan galodo.
“Banyak bangunan rata dengan tanah. Namun di tengah reruntuhan, kami melihat sebuah masjid besar berdiri utuh dan bersih di tepi sungai. Pemandangan itu sangat menggugah,” ungkap salah seorang relawan.
Setibanya di Lubuk Basung sekitar pukul 09.00 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan Kepala Markas PMI Kabupaten Agam. Di tengah koordinasi, gempa bumi dirasakan dua kali, dengan salah satu guncangan berlangsung cukup lama hingga memicu kepanikan warga.
Meski demikian, relawan tetap melanjutkan misi ke Nagari Muaro Pisang, Pasar Maninjau. Sebuah masjid dua lantai dijadikan lokasi pengungsian sekaligus pos layanan kesehatan darurat. Klinik kecil dibuka hingga pukul 17.00 WIB untuk memudahkan pemeriksaan warga.
Mayoritas warga yang datang mengeluhkan kecemasan, trauma, dan gangguan tekanan darah tinggi akibat gempa dan kondisi pascabencana. Beberapa lansia bahkan terlihat menggigil ketakutan.
Situasi kembali berubah saat hujan deras mengguyur kawasan hulu. Arus air bercampur batu mulai turun dari perbukitan menuju Maninjau. Melihat kondisi cuaca dan potensi galodo susulan, tim memutuskan menghentikan layanan dan segera evakuasi kembali ke arah Lubuk Basung dan Bukittinggi.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Tak lama berselang, informasi di media sosial menunjukkan galodo kembali melanda kawasan Muaro Pisang dengan arus deras dan material batu besar.

Tim relawan akhirnya tiba dengan selamat di Padang Panjang sebelum malam, lalu beristirahat di penginapan sekitar pukul 20.30 WIB. Meski diliputi rasa cemas selama perjalanan, seluruh personel kembali dalam kondisi aman.
“Kegiatan ini penuh tantangan, tetapi menjadi pengingat kuat tentang arti kemanusiaan dan solidaritas,” ujar salah satu relawan.
PMI Provinsi Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan pihak yang terlibat, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kabupaten Agam serta para relawan lokal yang tetap bertahan di tengah situasi bencana demi melayani masyarakat. * (Denny W)
