Scroll to top

Polda Riau Perkuat Humas Hadapi Era Post-Truth

Author
By administrator
12 Feb 2026, 18:53:31 WIB Riau
Polda Riau Perkuat Humas Hadapi Era Post-Truth


GEGAS || PEKANBARU — Polda Riau memperkuat Bidang Kehumasan dalam menghadapi era "Post-Truth", yaitu fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik dibandingkan dengan emosi, keyakinan pribadi dan sentimen.

Salah satu cara menghadapi era ini dengan menggelar pelatihan peningkatan kemampuan kehumasan.

Kegiatan yang digelar di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau, Kamis (12/2/2026) ini diikuti para Kasi Humas Polres jajaran serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satker Polda bersangkutan.

Pelatihan dibuka Wakapolda Riau Hengki Haryadi yang mewakili Kapolda Riau Herry Heryawan. Turut hadir Kabid Humas Polda Riau Zahwani Pandra Arsyad serta para pejabat utama di lingkungan Polda Riau.

Dalam arahannya, Brigjen Hengki menegaskan bahwa manajemen media merupakan kunci keberhasilan organisasi Polri. Ia membagikan pengalamannya selama 15 tahun berdinas di Polda Metro Jaya yang disebutnya sebagai barometer keamanan nasional. 

Menurut dia, baik buruknya citra Polri sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola arus informasi di media arus utama maupun media sosial.

“Manajemen media adalah kunci utama keberhasilan organisasi kita. Baik atau buruknya citra Polri sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola media,” tegasnya.

Brigjen Hengki juga menyoroti tantangan era digital native, ketika jumlah ponsel di Indonesia melampaui jumlah penduduk dan mayoritas masyarakat aktif di media sosial. Kondisi ini, lanjutnya, menuntut jajaran Humas Polri untuk adaptif, responsif, dan mampu bergerak cepat menghadapi dinamika informasi yang masif.

Fenomena post-truth di ruang digital turut menjadi perhatian. Dalam situasi di mana opini dan emosi kerap mengalahkan fakta, narasi negatif dapat dengan mudah membentuk persepsi publik. Karena itu, dia meminta setiap personel Humas mampu menyusun kontra narasi yang kuat, berbasis data serta disampaikan dengan bahasa yang tepat agar tidak menimbulkan salah tafsir.

“Jangan biarkan narasi negatif mendominasi tanpa respons cepat dan kuat. Setiap personel Humas harus mampu mengemas kata-kata dan menyajikan data secara presisi,” ucapnya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Assoc. Prof. Eka Putra, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, serta Aris Nugroho dari Riau Creative Hub. Materi yang diberikan mencakup strategi komunikasi publik, pengelolaan isu, hingga optimalisasi konten digital yang humanis dan informatif.

Sementara itu, Kombes Zahwani Pandra Arsyad memberikan pembekalan sekaligus praktik langsung public speaking kepada para Kasi Humas. Materi difokuskan pada teknik penyampaian pernyataan pers, penguasaan substansi, pengendalian bahasa tubuh, serta strategi menjawab pertanyaan kritis wartawan secara lugas dan profesional.


Menurut Pandra, latihan tersebut bertujuan agar setiap Kasi Humas tampil percaya diri saat memberikan keterangan resmi, meminimalkan risiko kesalahan persepsi, serta memastikan pesan institusi tersampaikan secara jelas dan tidak menimbulkan multitafsir.

Melalui pelatihan ini, Polda Riau berharap lahir personel Humas yang profesional, cakap mengelola informasi secara cerdas dan humanis serta mampu menjaga stabilitas keamanan dan kehormatan institusi di ruang digital. 

Upaya ini sejalan dengan semangat transformasi Polri Presisi yang menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama pelayanan publik. * (rls/Fadly)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar