Scroll to top

Kapolda Riau Himbau Umat Kristiani Rayakan Nataru Secara Sederhana

Author
By administrator
19 Des 2025, 18:54:55 WIB Riau
Kapolda Riau Himbau Umat Kristiani Rayakan Nataru Secara Sederhana

GEGAS.CO || PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryaawan menghimbau kepada umat Kristiani di Bumi Lancang Kuning untuk merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) secara sederhana.


Himbauan itu disampaikan kepada wartawan usai memimpin Apel Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 sebagai langkah strategis pengamanan perayaan Nataru di halaman Mapolda Riau, Jumat sore (19/12/2025).


‘’Kita sarankan kepada Saudara Saudara kita yang merayakan (Nataru, Red), maupun keluarga kita semua agar suasana Natal dan Tahun Barat ini dilakukan secara sederhana. Karena mengingat tiga provinsi tetangga mengalami musibah dan kini dalam tahap rehabilitasi,’’ tuturnya.


Jadi, lanjut Kapolda yang akrab disapa ‘’Herrymen’’ ini, mari lah kita tunjukkan rasa empati. Kalau bisa Perayaan Nataru jangan ada pawai di jalan jalan atau tempat terbuka lainnya.


Terlepas soal itu, dalam Operasi Lilin LK 2025, sebanyak 1.160 personel gabungan Polri, TNI dan ‘’stake holder’’ lainnya diturunkan untuk mengamankan Perayaan Nataru.


Para personel gabungan ini akan ditempatkan di 1.468 gereja, 30 pusat perbelanjaan, 30 terminal, 4 bandara, 22 pelabuhan dan 141 obyek wisata dan tempat keramaian lainnya.


Memang diakui Kapolda Riau, momentum Nataru merupakan agenda nasional rutin yang selalu diiringi peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat.


“Perayaan Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan saudara-saudara kita umat Kristiani untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, sekaligus berlibur. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan pergerakan masyarakat di berbagai daerah,” kata Irjen Herry dalam amanatnya.




Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Nataru 2025 diperkirakan mencapai 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini, kata Kapolda, menuntut kesiapan ekstra dari seluruh personel pengamanan.


Di sisi lain, tantangan pengamanan semakin kompleks dengan adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 


Tercatat terdapat tiga sistem cuaca di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi musim hujan yang berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan risiko bencana alam.  * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar