GEGAS || DUMAI – Jelang Ramadan, Wali Kota Paisal menggelar silaturahmi strategis bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Dumai, Jumat malam (13/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Dumai ini menjadi momentum konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk mengawal percepatan pembangunan daerah.
Agenda bertajuk temu ramah tersebut tidak sekadar seremoni menjelang bulan suci, tetapi diformat sebagai ruang dialog terbuka antara eksekutif, legislatif dan mahasiswa. Diskusi berlangsung interaktif, menyoroti arah pembangunan Kota Dumai ke depan di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang dinilai positif.
Dalam sambutannya, Paisal menegaskan bahwa Dumai saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang menjanjikan. Namun, ia mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kota industri dan energi ini mampu bertransformasi menjadi daerah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Kita harus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah untuk mendorong pertumbuhan Kota Dumai. Di sisi lain, dinamika investasi yang masuk juga harus kita kawal bersama,” kata Paisal di hadapan peserta forum.
Ditambahkannya, Dumai kini menjadi salah satu magnet investasi di wilayah pesisir Riau. Kehadiran investor, termasuk tenaga kerja asing, disebutnya membawa dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal. Kondisi ini, lanjutnya, harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat serta pengawasan kebijakan yang akuntabel.
Sorotan utama dalam diskusi adalah penguatan sektor pelabuhan dan logistik sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Paisal secara terbuka menyampaikan ambisi besar menjadikan Dumai sebagai pelabuhan peti kemas (*container port) yang mampu mendorong lonjakan pertumbuhan ekonomi regional.
“Apabila Kota Dumai menjadi pelabuhan peti kemas, ini akan menjadi lompatan besar. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan PAD, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri, hingga daya saing di tingkat nasional dan internasional,” ucapnya.
Dia menilai pengembangan pelabuhan modern akan memperkuat posisi Dumai sebagai simpul perdagangan strategis di Selat Malaka. Dengan dukungan DPRD dan kontrol sosial dari mahasiswa, pemerintah daerah optimistis rencana tersebut dapat dikawal secara transparan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Di hadapan pimpinan DPRD dan perwakilan BEM, Paisal juga mengajak seluruh elemen untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat. Kolaborasi, menurutnya, harus dibangun melalui dialog konstruktif, bukan sekadar kritik tanpa solusi.
“Mahasiswa adalah representasi generasi muda dan kontrol sosial. Pemerintah terbuka terhadap masukan, selama tujuannya untuk kemajuan Dumai,” katanya.
Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Dumai, jajaran anggota DPRD, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama membangun komunikasi yang inklusif dan partisipatif.
Sejumlah perwakilan mahasiswa dalam forum tersebut juga menyoroti pentingnya transparansi investasi, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal, serta keberlanjutan lingkungan dalam setiap proyek pembangunan. Isu-isu tersebut menjadi catatan penting yang direspons langsung oleh wali kota dan jajaran pemerintah.
Jelang Ramadan, momentum silaturahmi ini diharapkan menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang. Pemerintah Kota Dumai ingin memastikan bahwa setiap kebijakan strategis—mulai dari optimalisasi PAD, penguatan investasi, hingga pengembangan pelabuhan—dibangun di atas sinergi tiga pilar: eksekutif, legislatif, dan mahasiswa.
Dengan komunikasi yang semakin terbuka, Dumai diproyeksikan tidak hanya tumbuh sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai daerah yang demokratis, transparan, serta berdaya saing tinggi di kancah nasional. * (MC Pemko Dumai)
