Scroll to top

Hoax! Eks Danrem 031/WB Dicopot Gegara Bekingi Galian C

Author
By administrator
26 Jan 2026, 12:19:12 WIB Riau
Hoax! Eks Danrem 031/WB Dicopot Gegara Bekingi Galian C

GEGAS ||  PEKANBARU — Beredarnya informasi yang menyebutkan mantan Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto dicopot dari jabatannya karena diduga membekingi aktivitas galian C dipastikan sebagai berita tidak benar alias hoax!


Penegaskan itu diungkapkan Mayor Inf Jemmy Riyanto, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 031/Wira Bima saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp (WA), Senin (26/1/2025).


Menurut dia, pergantian jabatan Danrem merupakan bagian dari mekanisme rotasi dan promosi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). 


Ditambahkan Mayor Jemmy, rotasi tersebut bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas kinerja organisasi. “Itu tidak benar, berita bohong. Pak Jarot pindah bukan karena permasalahan apa pun, melainkan dipromosikan untuk mengemban tugas strategis di Mabes TNI AD sebagai Kepala Departemen Latihan Sesko TNI,” katanya lagi.


Mayor Inf Jemmy Riyanto menyebutkan, jika Brigjen TNI Jarot Suprihanto benar tersandung kasus, maka mustahil diberikan jabatan strategis di lingkungan Markas Besar TNI Angkatan Darat. Menurutnya, logika sederhana dapat digunakan untuk menilai kebenaran isu tersebut.


“Kalau memang dicopot karena masalah, tentu Panglima TNI tidak akan menempatkan beliau pada posisi penting dan strategis,” tambahnya.


Hal senada juga disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIX/Tuanku Tambusai, Letkol Inf Faisal Rangkuti. Ia menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam sistem organisasi TNI, mengingat setiap prajurit harus siap ditugaskan kapan dan di mana saja.


“Isu pindah tugas karena hal-hal negatif itu tidak benar. Rotasi dilakukan untuk penyegaran dan kesinambungan kepemimpinan,” ujar Letkol Inf Faisal saat dikonfirmasi.


Ia juga mengingatkan bahwa pemberitaan yang tidak bersumber jelas dapat mencoreng nama baik institusi maupun perorangan, terlebih menyangkut pimpinan TNI. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


“Masyarakat sekarang sudah cerdas. Jangan langsung percaya dan membagikan informasi di media sosial karena dampaknya bisa fatal,” pungkasnya. * (rls/Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar