GEGAS || KUOK — Upaya memperkuat literasi kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa terus digencarkan. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama salah seorang anggota Komisi IX DPR RI menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Posyandu Sungkai, Dusun Batu Langkah Kecil, Desa Batu Langkah Kecil, Kecamatan Kuok, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang diikuti warga RT 005 RW 002 itu menyoroti dua isu penting yang kini menjadi perhatian nasional, yakni maraknya peredaran kosmetik ilegal serta pencegahan stunting pada anak.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, dalam pemaparannya menegaskan bahwa BPOM tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawas di tingkat industri, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi tentang produk aman dan berkualitas.
“BPOM harus menjadi mitra masyarakat. Kami ingin warga memahami bagaimana memilih produk yang aman dan tidak mudah tergiur dengan produk ilegal yang menjanjikan hasil instan,” ujar Alex Sander di hadapan peserta kegiatan.
Dalam sesi edukasi, warga dibekali panduan “Cek KLIK” sebelum membeli produk kosmetik maupun pangan olahan. Masyarakat diminta selalu memeriksa kemasan, label, izin edar dan kadaluwarsa guna menghindari risiko penggunaan produk berbahaya.
Menurut Alex Sander, peredaran kosmetik ilegal saat ini semakin mengkhawatirkan karena banyak produk tidak memiliki izin edar namun dipasarkan secara masif melalui media sosial dan penjualan daring. Produk semacam itu berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak kesehatan kulit hingga organ tubuh.
Selain membahas keamanan kosmetik, BBPOM juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Dalam materi edukasi, warga diberikan pemahaman bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut keamanan pangan dan pola hidup sehat.
Alex Sander menjelaskan, langkah pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dengan memastikan asupan gizi seimbang, terutama protein hewani bagi anak dan ibu hamil.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks dan pewarna tekstil pada makanan.
“Pangan yang aman dan bergizi menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi sehat dan bebas stunting,” katanya.

Tak hanya , pentingnya sanitasi lingkungan dan ketersediaan air bersih juga menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada warga. Faktor kebersihan dinilai sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga aktif mengajukan pertanyaan seputar cara membedakan produk legal dan ilegal, membaca label kemasan, hingga pola konsumsi sehat bagi anak-anak.
Di akhir kegiatan, warga bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa menyatakan komitmen untuk menjadikan Desa Batu Langkah Kecil sebagai desa sadar obat dan makanan aman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan bebas stunting. * (rls/Alhafiz)
