Scroll to top

Ada Barongsai & Angpao: Perayaan Imlek Bersama di Pekanbaru Bakal Meriah

Author
By administrator
11 Feb 2026, 19:42:20 WIB Riau
Ada Barongsai & Angpao: Perayaan Imlek Bersama di Pekanbaru Bakal Meriah

GEGAS || PEKANBARU – Perayaan Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru Tahun 2577 Kongzili/2026 Masehi dipastikan berlangsung semarak di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru, Minggu, 22 Februari 2026 nanti.


Demikian diungkapkan Djohan Oei, Ketua Panitia Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru dalam konferensi pers di Sekretariat Marga Huang Pekanbaru, Jalan Permata, Rabu (11/2/2026). 


Ditambahkannya, sama seperti tahun tahun sebelumnya, Perayaan Imlek tahun ini juga bakal dimeriahkan atraksi barongsai, tarian naga, kehadiran Chai Sen Ye, hingga bagi-bagi angpao dan lucky draw dengan hadiah utama tiga unit sepeda motor serta berbagai doorprize menarik lainnya.


Agenda tahunan ini menjadi momentum penting mempererat persaudaraan sekaligus merawat identitas budaya masyarakat Tionghoa di Kota Pekanbaru. 


Turut hadir pada acara konferensi pers tersebut, sejumlah organisasi dan lembaga Tionghoa turut hadir, di antaranya perwakilan Liok Kui Tong–Enam Marga Bersaudara, Permabudhi Riau/MAPANBUMI, Walubi Pekanbaru, HTT Pekanbaru, HBT Pekanbaru hingga Witama School.


Tahun ini, kepanitiaan dipercayakan kepada Marga Huang Pekanbaru.


“Kegiatan Imlek bersama ini adalah agenda rutin yang melibatkan banyak organisasi. Tahun ini kita sepakat melaksanakannya pada Minggu, 22 Februari di Furaya,” kata Djohan.



Acara dijadwalkan dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai. Beragam pertunjukan seni tradisional akan memeriahkan suasana, mulai dari tarian budaya, atraksi barongsai yang enerjik hingga tarian naga yang sarat makna simbolis keberuntungan dan kemakmuran. 


Tradisi pembagian angpao serta sesi lucky draw dipastikan menjadi magnet utama yang dinantikan para peserta.


Panitia juga mengundang unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan lintas elemen. Djohan menyebut pihaknya telah melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda, dan sebagian besar menyatakan kesiapan untuk hadir, meski kemungkinan diwakilkan tetap ada.


Berbeda dari tahun sebelumnya, tradisi pesta kembang api dan perayaan detik-detik pergantian Imlek di Jalan Karet ditiadakan sebagai bentuk kepatuhan terhadap imbauan pemerintah. Sebagai gantinya, nuansa perayaan tetap dihadirkan melalui pemasangan 888 lampion di sepanjang Jalan Karet yang dinyalakan sejak 10 Februari hingga 4 Maret 2026. 


Angka 888 dipilih sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan harapan baik bagi masyarakat.




Ketua PSMTI Riau, Lindawati, menyebut Imlek Bersama sebagai momentum strategis memperkuat sinergi antarorganisasi Tionghoa di Pekanbaru. Konsep yang diusung menyerupai “open house” tahunan agar lebih banyak warga dapat berpartisipasi dan merasakan kebersamaan.


Melalui perayaan ini, panitia berharap nilai persaudaraan, solidaritas sosial, dan toleransi antarumat beragama semakin kokoh, terlebih karena momen Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan.


Semangat harmoni dan kebersamaan menjadi pesan utama yang ingin ditegaskan dalam perayaan Imlek 2577 di Pekanbaru. * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar