Scroll to top

Tragis! Mahasiswi asal Tebing Tinggi Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Pekanbaru

Author
By administrator
17 Agu 2025, 19:27:41 WIB Riau
Tragis! Mahasiswi asal Tebing Tinggi Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Pekanbaru

GEGAS.CO || PEKANBARU - Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis merenggut nyawa seorang mahasiswi berusia 20 tahun dan melukai dua orang lainnya di Jalan H.R Soebrantas, Pekanbaru, Minggu (17/8/2025) siang. 


Tragisnya, kecelakaan ini terjadi di hari kemerdekaan, saat banyak warga sedang merayakan kebersamaan.  


Korban meninggal adalah Sheren Kathleen Napitupulu, mahasiswi asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut). Ia mengalami luka di kepala dan telinga yang mengeluarkan darah, dinyatakan meninggal dunia di TKP.


Dua korban lain, Enda Bahari Nasution (27) dan Hafiza Khaira Fadilah (8), mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Keduanya dilarikan ke RS Awal Bros Panam untuk mendapatkan perawatan. Hafiza, yang masih duduk di bangku SD, diduga adalah anak dari Enda.  


Kejadian ini diduga dipicu oleh ketidakfokusan pengendara serta ulah pengemudi mobil yang kabur dari lokasi kejadian perkara (TKP).  


Menurut Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di dekat pintu Masuk Universitas Riau (Unri), Jalan HR Soebranras, Kecamatan Bina Widya.


Ketiga kendaraan terlibat dalam tabrakan beruntun: sepeda motor Honda Supra X (BM 3399 NAS), mobil Toyota Avanza yang belum diketahui nomor polisinya, dan sepeda motor Honda Beat BM 4190 MAT.


Berdasarkan penyelidikan sementara, Sheren yang mengendarai Honda Supra X menabrak bagian belakang Toyota Avanza dari arah belakang. Akibatnya, ia terpental ke kanan dan bertabrakan dengan Honda Beat yang dikendarai Enda.  


Yang memperparah situasi, pengemudi Avanza justru meninggalkan TKP tanpa memberikan pertolongan. Polisi saat ini masih memburu identitas pelaku.  




"Diduga pengendara Honda Supra X tidak fokus saat berkendara, sehingga gagal menjaga jarak aman. Namun, kami juga mengejar pengemudi Avanza yang kabur karena tindakannya memperburuk situasi," tegas AKP Satrio.  


Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1 juta. Masyarakat yang memiliki informasi tentang pelaku diminta melapor ke Polresta Pekanbaru.  


"Kami berharap kasus ini diselesaikan dengan adil. Tidak ada lagi keluarga yang harus kehilangan anaknya karena kelalaian orang lain," kata salah seorang kerabat Sheren uang ditemui wartawan di lokasi kejadian. * (rls/Fadly)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar