Scroll to top

Lebih dari Sekadar MoU: Polda Riau & Hutama Karya Hadirkan Inklusivitas dan Hijau di Jalan Tol

Author
By administrator
30 Sep 2025, 13:01:38 WIB Riau
Lebih dari Sekadar MoU: Polda Riau & Hutama Karya Hadirkan Inklusivitas dan Hijau di Jalan Tol

GEGAS CO || PEKANBARU – Sebuah komitmen nyata untuk keselamatan yang inklusif dan berwawasan lingkungan ditorehkan di Media Center Polda Riau, Selasa (30/9/2025). 


Kolaborasi strategis antara PT Hutama Karya (Persero) dan Kepolisian Daerah Riau tidak hanya diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), tetapi dengan aksi langsung yang menyentuh hati.


Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan Plt Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, ini berubah menjadi sebuah festival empati dengan kehadiran 75 penyandang disabilitas tuli dari GERKATIN Provinsi Riau. Mereka bukan sekadar tamu undangan, melainkan bukti nyata bahwa ruang keselamatan harus terbuka untuk semua.


Polda Riau pun menjawab kebutuhan itu dengan inisiatif brilian: edukasi keselamatan berlalu lintas yang dirancang khusus dan pembagian helm dengan identifikasi khusus pengendara tuli.




Tidak ketinggalan, Mobil Ramah Pohon diserahkan sebagai simbol konkret dari gerakan Green Policing yang diusung Polda Riau.


Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan pergeseran paradigma ini. “Ini bukan lagi sekadar tentang menindak pelanggar. Ini tentang memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, merasa dilindungi dan dihargai haknya di jalan raya. Ini adalah wujud nyata keadilan sosial di aspal,” tegasnya, menyentuh akar persoalan yang sering terabaikan.


Komitmen terhadap lingkungan juga disuarakannya dengan lugas. “Kami ingin pesannya jelas: keselamatan manusia dan kelestarian alam adalah dua hal yang tak terpisahkan.




Delapan puluh persen persoalan kabut asap bersumber dari karhutla. Setiap bibir pohon yang kami serahkan hari ini adalah investasi untuk napas bersama di masa depan,” papar Herry, menyatukan visi keselamatan dan keberlanjutan.


Di sisi lain, Koentjoro dari PT Hutama Karya menyatakan bahwa bagi perseroan, membangun jalan tol berarti juga membangun ekosistem keamanan yang menyeluruh. 


“Infrastruktur kami harus menjadi ruang yang ramah bagi semua pengguna. Untuk itu, selain sinergi dengan Polda, kami terus memperkuat teknologi, seperti kamera kontrol kecepatan dan pengawasan kendaraan over muatan, sebagai bentuk perlindungan proaktif,” jelas Koentjoro.


Lebih dari sekadar seremoni, acara ini adalah deklarasi bersama: keselamatan lalu lintas masa depan dibangun di atas pilar inovasi, kepedulian, dan keberpihakan yang inklusif. Sebuah langkah progresif yang mengubah jalan tol dari sekadar jalur cepat, menjadi koridor peradaban yang manusiawi dan hijau. * (Denny W)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar