Scroll to top

Bocah 12 Tahun Tewas Dimangsa Harimau Sumatera di Pelalawan

Author
By administrator
10 Jul 2026, 08:42:19 WIB Riau
Bocah 12 Tahun  Tewas Dimangsa Harimau Sumatera di Pelalawan

GEGAS || PEKANBARU - Seorang anak perempuan berusia 12 tahun tewas diduga diterkam Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di kawasan hutan tanaman industri Kabupaten Pelalawan, Riau.


Korban ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp pekerja salah satu perusahaan HTI di Kabupaten Pelalawan dengan luka serius di bagian leher, Selasa (7/7/2026).


Lokasi kejadian berada tidak jauh dari kawasan konservasi yang menjadi habitat Harimau Sumatera.


Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengerahkan tim khusus untuk menangani konflik manusia dan satwa liar tersebut.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono dalam siaran pers yang diterima redaksi Gegas.co, Jumat (10/7/2026), 

mengatakan tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, olah tempat kejadian perkara (TKP) di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) di Pelalawan.


Pihak BBKSDA Riau bersama manajemen perusahaan HTI  dan pelaksana lapangan menyusun langkah mitigasi bersama.


Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban, Jerlin Zalukhu (12), anak ketiga dari lima bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya di camp pekerja, saat itu tengah menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp.


Ketika sang kakak berada di dalam kamar mandi, korban menunggu di luar. Pada saat bersamaan, pagar pelindung di bagian belakang camp diketahui dalam kondisi rusak dan terbuka. 


Beberapa saat kemudian korban dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka parah pada bagian leher kiri dan kanan.


Tim BBKSDA Riau kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan sejumlah jejak yang diduga kuat merupakan jejak Harimau Sumatera. Hasil identifikasi menunjukkan jejak memiliki panjang sekitar 16 sentimeter, lebar 15 sentimeter, dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang mencapai sekitar 120 sentimeter.


Untuk memastikan keberadaan satwa dilindungi tersebut sekaligus memantau pergerakannya, petugas memasang sejumlah camera trap di sekitar lokasi kejadian.


Lokasi insiden berada di dalam kawasan camp pekerja PBPH-HTI PT Madukoro Lestari Tasik Estate yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud serta sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.


Hingga Selasa petang sekitar pukul 18.00 WIB, BBKSDA Riau masih menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera di sekitar area camp.


Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan memperkuat upaya mitigasi dengan menggelar patroli malam serta melakukan pemantauan udara menggunakan drone thermal guna mendeteksi pergerakan satwa dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.


BBKSDA Riau juga mengimbau seluruh pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian terutama pada malam dan dini hari, serta segera melaporkan apabila kembali menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman maupun lokasi kerja. ** (Fadly)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar