Scroll to top

Pengurus KUD Pematang Sawit Diskusi Daring dengan Deputi II KSP Bahas Penyelesaian Sengketa Agraria

Author
By administrator
15 Sep 2023, 20:58:28 WIB Riau
Pengurus KUD Pematang Sawit Diskusi Daring dengan Deputi II KSP Bahas Penyelesaian Sengketa Agraria

GEGAS.CO || PEKANBARU - Pengurus KUD Pematang Sawit dan beberapa perwakilan masyarakat adat dari beberapa Kabupaten/Kota se Riau, kemarin pagi, menggelar diskusi online atau daring via zoom meeting dengan Deputi II  Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Sahat M Lumban Raja TA membahas penyelesaian sengketa agraria.

Zoom Meeting itu berlangsung di di Jalan Imam Munandar, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.

Pendiri sekaligus pengurus KUD Pematang Sawit, Dtk Edy Mulyono, S.H., M.H., kepada wartawan, Jumat (15/09/2023), membenarkan hal itu.

Menurut dia, peserta diskusi sebanyak 35 orang dari pengurus dan anggota KUD Pematang  Sawit, Kopabinda RI, KPKBRI dan Koperasi Mahato  Bersama serta masyarakat tempatan. Mewakili masyarakat Sungai Mahato, Rohul terdiri dari Hasan Hasibuan dan Imin, Syamsuarlis (Langgam), Dtk Muhammad Suir Yusuf, selaku pemegang hak kuasa amanah Suku Delik, Suku Lalang Kabung.

Mereka berjuang untuk mempertahan lahannya sudah sejak lama. Masyarakat Delik bersengketa dengan PT, RAPP Pengkalan Kerinci, PT  ISS.
Dalam diskusi yang berlangsung virtual atau daring itu diungkapkan beberapa persoalan sengketa lahan antara kelompok tani/masyarakat ada dengan sejumlah korporasi/perusahaan.

Sebanyak 3 perwakilan tersebut secara pergantian menyampaikan pesoalan tersebut melalui zoom meeting yang didampingi oleh Dtk Edy Mulyono, S.H., M.H. bersama Ketua Koperasi Kopabinda RI Anizar.

Pada intinya, mereka menyampaikan seluruh persoalan dan kasus yg ada di tengah tengah masyarakat, termasuk  konflik atau persengketaan lahan. Masing masing 3 kelompok masyarakat itu mewakili kurang lebih 17.000 sampai 24.000 masyarakat.

Konflik lahan itu, di antaranya di Langgam, Pelalawan seluas  20.000 hektare (lahan kelompok tani) Mahato 28.800 (PT Torganda) hektare (ha), Sei Selodang, Sungai Mandau, Siak seluas 6.000 Ha (PT RAPP, PT Arara Abadi, PT Inti Indosawit Subur).

Perwakilan masyarakat adat ini meminta KSP membantu mengembalikan lahan mereka dan diminta ditetapkan tapal batasnya.

''Masyarakat Riau merasa prihatin yang sangat mendalam dan memberi aspriasi yang setinggitingginya atas kerelaan dan keikhlasan beliau (Dtk Edy Mulyono, S.H., M.H., Red), " kata Muhammad Suir Yusuf, salah seorang perwakilan masyarakat adat.

Dtk Edy Mulyono bersama Datin (istri beliau), imbuhnya, selama ini bolak balik Pekanbaru-Jakarta untuk mengurus kepetingan  masyarakat Riau.

''Datok Edy, membantu masyarakat adat tanpa meminta dan menerima sumbangan kepada kami selama ini. Beliau, berjuang dengan ketulusan hati untuk membantu  anak keponakan suku adat Melayu Riau dan masyarakt Riau khususnya,'' ujarnya. * (Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar