Scroll to top

400-an Anggota LPM Pekanbaru Ikuti Sosialisasi Pancasila

Author
By administrator
28 Feb 2026, 22:20:55 WIB Nasional
400-an Anggota LPM Pekanbaru Ikuti Sosialisasi Pancasila

GEGAS || PEKANBARU — Sedikitnya 400 anggota dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Pekanbaru mengikuti sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (1/3/2026). 


Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Pekanbaru dan dibuka langsung oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi.


Kegiatan mengusung tema “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Masyarakat dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Raya”. Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas pemahaman serta pengamalan Pancasila hingga ke level akar rumput.


Turut hadir Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Muhammad Job Kurniawan, mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, bersama ratusan pengurus dan anggota LPM dari berbagai kecamatan dan kelurahan di Pekanbaru.


Tidak hanya membuka acara, Yudian Wahyudi juga tampil sebagai pembicara utama atau keynote speaker. Dalam keterangannya kepada wartawan, Yudian menegaskan bahwa dipilihnya LPM sebagai mitra sosialisasi bukan tanpa alasan. 


Menurut dia, LPM memiliki struktur organisasi dan jaringan yang kuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga dinilai efektif dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila secara langsung kepada masyarakat.


“LPM adalah mitra strategis. Mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memahami dinamika sosial di tingkat bawah. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila melalui LPM akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.


Pernyataan senada disampaikan Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso. Ia berharap materi yang diperoleh peserta tidak berhenti pada forum sosialisasi semata, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.


Menurut Prakoso, tantangan ideologi di era digital semakin kompleks, terutama bagi Generasi Z yang hidup dalam arus informasi tanpa batas. Karena itu, pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai Pancasila dinilai penting agar generasi muda mampu menyaring informasi dan tetap berpegang pada jati diri bangsa.



BPIP sendiri telah menerbitkan teks utama Pendidikan Pancasila sebagai pedoman resmi. Saat ini, Pendidikan Pancasila telah diwajibkan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis negara dalam memperkuat fondasi ideologi sejak dini.


Melalui sosialisasi ini, BPIP berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi materi pelajaran di ruang kelas, tetapi benar-benar hidup dan mengakar dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat. Penguatan di tingkat komunitas dinilai menjadi kunci agar Pancasila tidak sekadar menjadi simbol, melainkan pedoman nyata dalam berbangsa dan bernegara.


Dengan melibatkan LPM sebagai mitra strategis, BPIP menargetkan terbentuknya agen-agen penggerak ideologi di setiap kelurahan. Harapannya, semangat gotong royong, persatuan, serta keadilan sosial dapat terus terjaga dan diperkuat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. * (Azfa Marden)


Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Komentar dengan Akun Facebook:
Tulis Komentar