GEGAS || PEKANBARU – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha Minyak, Gas, Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (DPN Permigastara) bekerja sama dengan Pengurus Daerah
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (Pengda IAGI) Riau Seminar Nasional.
Seminar yang digelar di ruang medium Gedung DPRD Riau, Sabtu (7/2/2026) ini membahas isu peran strategisnya dalam penguatan sektor minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Seminar nasional ini dirancang sebagai ruang strategis untuk membahas proyeksi peluang dan tantangan sektor migas Riau dalam periode 2026–2030, sekaligus kontribusinya terhadap kemandirian energi nasional.
Ketua IAGI Pengda Riau, Irdas Muswar, menegaskan penguatan sektor migas tidak dapat dilepaskan dari peran keilmuan dan profesionalisme.

Menurut dia, IAGI secara konsisten mendorong peningkatan kapabilitas teknologi (technology capability) dan kompetensi sumber daya manusia migas, khususnya di wilayah Riau.
“Berbagai upaya peningkatan kapasitas terus kami lakukan melalui seminar teknis, pelatihan, diskusi ilmiah, hingga penelitian dan geological field trip yang berfokus pada kajian potensi migas baru, terutama di wilayah Central Sumatra Basin (CSB),” kata Irdas.
Dia menambahkan, penguatan basis pengetahuan dan pemahaman subsurface menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pengembangan migas Riau di tengah tantangan industri energi global.
Saat ini, sektor migas Riau berada pada fase krusial seiring dinamika transisi energi, perubahan kebijakan nasional dan daerah serta tuntutan keberlanjutan lingkungan.
Tantangan seperti optimalisasi lapangan migas tua (mature fields), peningkatan investasi hulu, hilirisasi energi, hingga kesiapan SDM membutuhkan sinergi kebijakan berbasis kajian ilmiah dan kebutuhan industri.
Seminar ini awalnya dijadwalkan menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, sebagai keynote speaker. Namun, karena agenda kenegaraan yang padat, kehadiran Menteri ESDM akan diwakili oleh staf kementerian.
Selain itu, forum ini juga akan menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah yang kompeten di bidang energi dan migas, mulai dari unsur kementerian dan lembaga, kepala daerah, pimpinan BUMN migas, organisasi profesi, akademisi, hingga praktisi industri.
Irdas Muswar menegaskan, seminar ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pelaku industri migas, akademisi serta pemangku kepentingan lainnya.
“Melalui forum ini, kami ingin mendorong lahirnya pemikiran strategis dan rekomendasi berbasis keilmuan yang mampu memperkuat arah kebijakan dan pengembangan migas Riau agar tetap berdaya saing dan berkelanjutan,” tegasnya.

Seminar Nasional diikuti sekitar 250 peserta ditargetkan hadir, berasal dari unsur pemerintah, BUMN dan perusahaan migas, akademisi, mahasiswa, profesional, praktisi migas, anggota Permigastara dan IAG, serta media.
Adapun output yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi rumusan rekomendasi kebijakan migas Riau 2026–2030, peta peluang dan tantangan pengembangan migas daerah, penguatan jejaring keilmuan dan profesional, serta kontribusi pemikiran strategis menuju kemandirian energi Indonesia.
Dengan terselenggaranya seminar nasional ini, Provinsi Riau diharapkan tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemikiran, kajian ilmiah dan pengembangan kompetensi energi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. * (Denny W)
